Budaya,Bahasa Sunda Terancam Hilang

0

BOGOR – Sejumlah kalangan, khususnya para pengamat dan budayawan yang ada di Kota Bogor mengkhwatirkan dalam lima tahun ke depan budaya, khususnya bahasa Sunda yang ada akan hilang atau punah ditelan perkembangan zaman. Bahkan para pengamat dan budayawan menilai kepunahan ini akan jauh lebih cepat terjadi, jika tidak ada upaya-upaya serius dari semua pihak untuk kembali melestarikan budaya Sunda di tengah masyarakat Kota Bogor.

Demikian dikatakan pengamat budaya Kota Bogor, Eman Sulaiman, Senin (30/5). “Sebagai orang tua, saya sangat miris dan khawatir melihat perkembangan yang terjadi dengan masyarakat Bogor saat ini. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika saat ini saja para remaja kita sudah mulai tidak bangga dengan jati diri mereka sebagai orang Sunda,” kata Eman.

Ironisnya lagi, lanjut Eman, para orang tua di Bogor juga tidak bangga saat melihat anak-anak mereka belajar tentang bahasa dan budaya Sunda. “Sebab, sekarang banyak para orang tua di Bogor sendiri yang jauh lebih bangga jika anak-anak mereka itu mampu menguasai bahasa atau budaya luar,” lanjutnya.
Melihat fakta dan fenomena yang terjadi ini, lanjut Eman, tidak mustahil jika kepunahan bahasa dan budaya Sunda dari tanah Bogor akan terjadi lebih cepat dari waktu yang telah dia perkirakan. “Dalam berbagai tulisan dan kesempatan, saya pernah sampaikan, bahwa waktu lima tahun itu mungkin saja akan jauh lebih cepat, jika mulai saat ini kita sebagai orang Bogor sendiri tidak peduli dan kembali melestarikan budaya Sunda sebagai warisan berharga dari para lelulur di Bogor,” ucap Eman.

Untuk itu, Eman mengajak orang Sunda di Bogor untuk bersama-sama memikirkan, sekaligus berbuat nyata demi melestarikan kembali budaya dan bahasa Sunda yang terancam punah itu. “Pengaruh budaya modern saat ini sungguh luar biasa. Tapi orang Sunda harus mampu mempertahankan budaya dan jati diri kita sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pewayangan Indonesia Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk mengenalkan kembali budaya Sunda terutama wayang kepada generasi muda. “Selama ini, dengan konsep yang disesuaikan, anak muda ternyata senang juga dengan wayang,” kata Shahlan.

Menurut dia, banyak karakter pewayangan yang bisa dicontoh dan mempunyai filosofi yang sangat tinggi. Dalam kurun waktu hampir setahun ini sudah sekitar 60 sekolah yang menjadi sasaran pengenalan kembali wayang. “Meski, sosialisasi yang kita terapkan belum sampai pada pagelaran secara penuh. Hal ini supaya generasi muda tertarik dulu, jangan sampai bosan duluan,” lanjutnya.

 

Ref. pikiran-rakyat.com dan http://www.infoparungpanjang.com

Share.

About Author

Leave A Reply

essay writing pay for essay buy essay online